Inspiration : Mau Untuk Mengakui Kesalahan?
Selamat siang bray semua!!! (gua buatnya siang kali ini)
Memasuki hari ketiga terbitnya dunia baru ini, gua udah dapet nih "feel" untuk nulis bray hahaha
Nah kali ini gua mau kasih sedikit pengalaman gua nih bray tapi tentang gimana gua dulu pernah ngerasa bahwa diri gua ini orang paling munafik didunia #jengjeng
Percaya atau tidak gua ini bukan orang yang baik bray... (cerita dimulai)
Kira-kira gua pas masih di smp pernah buat mama gua nangis bray, dan gua jujur gua saat itu bertengkar keras sama mama gua. Masalahnya gua nampar adek gua sendiri karena rebutan game console saat itu hee.
Kejadian itu adalah satu hal yang masih gua inget sampe sekarang.
Setelah gua nampar adek gua, mama langsung berhenti masak terus marah besar sama gua.
Gua inget mama bilang sama gua,"Apa kamu itu gak sayang sama adek kamu? Cuman gara-gara maianan aja kamu berani nampar adek kamu sendiri. Sampai sekarang aja mama aja belum pernah nampar dan sebegitul keselnya sama kamu."
Gila bray semenjak itu gua kayak seorang anak yang pengen memutar waktu itu lagi dan ngasih game console itu sama adek gua. Huhh mana gua saat itu kayak dimusuhin sama mama sama bapak gua lagi, minta sesuatu aja segen banget bray.
Tapi saat itu gua rasa bukan gua yang minta maaf sama mama ehh malah mama gua yang minta maaf sama gua dan bilang "maaf yaa nak, lain kali jangan gitu lagi".
Semenjak itu bray gua tau dalem banget perasaan mama sama gua, rasanya denger kata-kata itu lebih dari ketika kita lagi nembak perempuan bray.
Kalo ada kata yang lebih dari "speechless" mungkin kata itu yang mewakili gua saat itu.
Dari situ bray gua mau menghargai orang yang paling penting dihudup gua yaitu semua orang yang Tuhan kasih sama gua dan gua janji akan hal itu.
Coba bray semua mikir betapa sayangnya mama itu sama kita, mencintai kita bukan seperti pasangan tapi seperti bagian dalam hidup, mengasihi bukan seperti saudara tapi seperti malaikat pelindung yang Tuhan kasih untuk kita dan selalu ada buat kita ketika kita membutuhkan ataupun tidak.
Dari situ gua mau mengakui semua dosa gua khsusnya sama Tuhan dan mengakui
kesalahan gua sama mama.
Kesimpulan hari ini bagi gua adalah gimana kita bisa mengakui kesalahan apapun itu besar atau kecil, rumit atau mudah, maupun untuk keburukan atau kebaikan bray, kita harus mengakuinya walaupun itu melah memperburuk keadaan bray.
Gua sendiri juga masih belajar untuk mengakui kesalahan,menyesalinya dan selalu memperbaikinya bray.
Sekian
dari gua yaa Bray, semoga apa yang kita pelajari tentang bagaimana
besarnya rasa untuk memaafkan itu akan sesama dapat menginspirasi kita untuk dapat
tumbuh dalam kasih seperti semut haaa
Hidup semua orang yang selalu mengasihi dan dikasihi #Bray Manda


Tidak ada komentar:
Posting Komentar